STPKM Dukung Kerja Sama Yayasan Matauli dan KP2MI dalam Menyiapkan SDM Siap Kerja ke Luar Negeri
- Posted by stpkmatauli
- Categories Berita
- Date 19 April 2026
- Comments 0 comment
Yayasan Maju Tapian Nauli (Yayasan Matauli) menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026).
Kerja sama ini bertujuan untuk mempersiapkan lulusan SMA dan perguruan tinggi di Tapanuli Tengah agar memiliki kompetensi sebagai tenaga kerja terampil (skilled workers) yang siap bersaing di pasar internasional, khususnya di Jepang dan Jerman.
Menteri KP2MI, Mukhtarudin, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja global yang terus meningkat.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul, mulai dari tahap pendidikan hingga siap kerja. Ini bagian dari upaya membangun ekosistem pekerja migran yang lebih terarah dan terlindungi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah menargetkan penyiapan 500.000 tenaga kerja terampil dalam periode 2026–2029. Namun, dari lebih dari 327 ribu peluang kerja di luar negeri, saat ini baru sekitar 21 persen yang terpenuhi.
“Masih banyak peluang yang belum dimanfaatkan. Karena itu, penting bagi kita untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing secara legal,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut kerja sama ini, Yayasan Matauli akan mengembangkan Migrant Center sebagai pusat pembinaan dan persiapan calon pekerja migran. Program ini akan difokuskan pada penguatan kemampuan bahasa asing, keterampilan teknis, serta sertifikasi sesuai kebutuhan negara tujuan.
Ketua Umum Yayasan Matauli, Fitri Krisnawati Tandjung, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh kebijakan tersebut melalui penguatan program pendidikan dan pelatihan.
“Kami berkomitmen menyiapkan talenta muda yang kompeten dan memiliki daya saing global, serta memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang baik,” ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi program, SMAN 1 Plus Matauli Pandan telah menjalankan pembelajaran bahasa Jerman bekerja sama dengan Goethe-Institut guna membuka peluang studi dan kerja di Jerman.
Sementara itu, Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli (STPKM) bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Barus (STAIB) turut dipersiapkan melalui program penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri di Jepang, khususnya di sektor kelautan dan bidang terkait lainnya.
Keterlibatan STPKM dalam kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan lulusan STPKM memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan global, serta mampu memanfaatkan peluang kerja luar negeri secara legal, aman, dan profesional.





