
Urgensi Konservasi Padang Lamun
Oleh Asc. Prof. Dr. Ir. Eddiwan, M.Sc
Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli Kampus Matauli Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara
PENDAHULUAN
Padang lamun sangat penting bagi ekosistem laut dan kehidupan di darat. Konservasi padang lamun kini menjadi sebuah urgensi di tengah ancaman pemanasan bumi. Kehidupan berlangsung di darat dan di bawah air. Sedihnya, kedua ekosistem tersebut berada di bawah ancaman degradasi lingkungan, termasuk padang lamun di dasar laut. Padang lamun merupakan salah satu habitat penting yang kerap diabaikan dalam upaya konservasi laut. Ditengah ancaman pemanasan bumi, konservasi padang lamun menjadi sangat penting.
PERAN PENTING PADANG LAMUN
Lamun adalah satu-satunya tanaman berbunga yang dapat hidup di bawah air. Lamun berbeda dengan rumput laut yang merupakan salah satu jenis alga. Lamun hidup di perairan laut yang dangkal, di mana mereka dapat membentuk padang rumput bawah air yang luas. Padang lamun menutupi setidaknya 300.000 kilometer persegi dasar laut dan ditemukan di 159 negara kecuali benua Antartika.
Padang lamun sangat penting, tidak hanya untuk ekosistem laut, tetapi juga untuk kehidupan di darat. Mamalia laut besar seperti manatee, dugong, dan penyu hijau memanfaatkan padang lamun sebagai habitat utama mereka dalam mencari makan. Padang lamun juga menjadi tempat pembibitan ikan-ikan kecil, melindungi terumbu karang, dan menyerap zat berbahaya yang ada di laut.
Bagi kehidupan di darat, padang lamun berfungsi mencegah erosi pantai dan menyimpan karbon. Meskipun hanya mencakup 0,1% dasar samudra, padang lamun dapat menyimpan hingga 18% karbon samudra dunia, menjadikannya penting untuk mengurangi emisi.
Disamping itu Padang lamun, atau yang juga dikenal sebagai padsang lamun laut, memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem laut. Berikut adalah beberapa peran penting padang lamun :
- Habitat dan Tempat Pembiakan: Padang lamun menyediakan habitat yang kaya bagi berbagai spesies laut, termasuk ikan, krustasea, dan berbagai invertebrata. Banyak spesies ikan yang penting secara ekonomi bermigrasi ke padang lamun untuk bertelur dan berkembang.
- Stabilisasi Sedimen: Akar tanaman lamun membantu mengikat sedimen di dasar laut, yang mencegah erosi dan mempertahankan kualitas air dengan mengurangi resuspensi partikel.
- Penyaringan Air: Padang lamun dapat meningkatkan kualitas air dengan menyaring nutrisi dan polutan. Tumbuhan lamun mampu menyerap nutrisi berlebihan yang dapat menurunkan kualitas ekosistem laut.
- Produksi Oksigen: Seperti tumbuhan lainnya, lamun melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen, yang sangat penting untuk kehidupan laut.
- Perlindungan Pantai: Padang lamun juga berperan dalam melindungi garis pantai dari gelombang dan badai, mengurangi dampak erosi dan memberikan perlindungan bagi komunitas pesisir.
- Sumber Nutrisi: Padang lamun menjadi sumber makanan bagi berbagai organisme, termasuk herbivora laut seperti penyu, ikan, dan berbagai spesies lain yang bergantung pada lamun sebagai bagian dari rantai makanan mereka.
- Melihat manfaat yang besar dari padang lamun, konservasi dan pemulihan ekosistem ini sangat penting, terutama mengingat ancaman yang dihadapi, seperti perubahan iklim, polusi, dan kegiatan manusia.
ANCAMAN TERHADAP PADANG LAMUN
Sebagian besar kehidupan laut terkonsentrasi di empat habitat utama: hutan rumput laut, hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Meskipun semuanya sama-sama rentan terhadap krisis, padang lamun adalah salah satu habitat yang paling tidak dilindungi. Sebuah laporan oleh UNEP menyatakan bahwa hanya 26% padang lamun yang berada di dalam kawasan lindung, jauh jika dibandingkan dengan 40% terumbu karang dan 43% hutan bakau.
Laporan tersebut lebih lanjut mengungkapkan bahwa luas padang lamun mengalami penurunan sejak 1930. Statistik terbaru memperkirakan bahwa 7% padang lamun hilang di seluruh dunia setiap tahunnya, setara dengan kehilangan satu lapangan sepak bola setiap setengah jam. Limpasan pertanian dan industri, pembangunan pesisir, perubahan iklim, dan kegiatan penangkapan ikan yang tidak diatur disebut sebagai ancaman utama bagi padang lamun.
Salah satu tragedi hilangnya padang lamun yang terkenal terjadi di Taman Laut Shark Bay, Australia. Pada tahun 2011, taman tersebut kehilangan 1.310 kilometer persegi padang lamun menyusul gelombang panas laut yang ekstrem. Gelombang panas terjadi di garis pantai Australia Barat, meningkatkan suhu air hingga 2-5°C lebih hangat dari rata-rata. Pemerintah Australia mencatat, kehilangan itu terjadi setelah padang lamun mengalami suhu laut ekstrem dalam jangka waktu lama.
Selanjutnya padang lamun menghadapi berbagai ancaman yang dapat mengurangi keberlanjutan dan fungsinya dalam ekosistem laut. Berikut adalah beberapa ancaman utama terhadap padang lamun :
- Pengembangan Pesisir: Pembangunan infrastruktur, seperti pelabuhan, jalan, dan bangunan di sepanjang garis pantai, dapat menghancurkan habitat lamun. Dredging dan pengurukan juga dapat merusak area padang lamun.
- Pencemaran: Limbah industri, pupuk, dan pestisida yang masuk ke laut dapat mencemari padang lamun. Pencemaran ini dapat mengganggu proses fotosintesis, mengubah komposisi kimia air, dan membahayakan kesehatan organisme yang hidup di dalamnya.
- Perubahan Iklim: Kenaikan suhu air laut dan perubahan pola curah hujan akibat perubahan iklim dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan lamun. Selain itu, peningkatan kadar CO2 dapat mengubah pH air laut, yang berpotensi merugikan padang lamun.
- Penangkapan Ikan Berlebihan: Penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan bisa mengganggu keseimbangan ekosistem. Penggunaan alat tangkap yang merusak dasar laut juga mengakibatkan kerusakan pada padang lamun.
- Invasif Spesies: Masuknya spesies asing yang invasif dapat mengganggu ekosistem lokal, bersaing dengan lamun untuk mendapatkan sumber daya, dan berpotensi menyebabkan penurunan populasi lamun.
- Karbonasi yang Berlebihan: Banyak padang lamun berinteraksi dengan kedalaman air yang berisikan karbon dioksida. Ketika konsentrasi CO2 meningkat, dapat mengganggu ketersediaan nutrisi dan pertumbuhan lamun.
- Erosi dan Penggerusan: Aktivitas manusia seperti penambangan, alih fungsi lahan, dan penggundulan hutan di area pesisir dapat menyebabkan erosi yang lebih cepat dan berkurangnya area padang lamun.
Menghadapi ancaman-ancaman ini memerlukan upaya konservasi dan pengelolaan yang berkelanjutan untuk melindungi padang lamun dan memastikan keberlanjutan fungsi ekologisnya. Upaya-upaya tersebut termasuk restorasi habitat, pengaturan penggunaan lahan, dan program edukasi masyarakat tentang pentingnya padang lamun
KONSERVASI PADANG LAMUN
Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan fenomena pemanasan laut yang mengkhawatirkan. Fenomena tersebut disebut-sebut lebih berbahaya dari El Niño, dan dapat memicu gelombang panas laut yang intens. Karena itu, melindungi dan melestarikan padang lamun menjadi sangat penting, lebih penting dari sebelumnya.
Secara global, konservasi padang lamun masuk dalam misi Dekade Restorasi Ekosistem PBB. Laporan UNEP tersebut juga menyajikan beberapa rekomendasi utama bagi pembuat kebijakan, di antaranya mengembangkan peta global distribusi dan kesehatan padang lamun yang komprehensif, mengakui perlindungan lamun dalam agenda SDGs 2030 dan target kebijakan internasional lainnya.
Rekomendasi lainnya adalah meningkatkan pendanaan nasional, bilateral, dan multilateral untuk melakukan upaya konservasi yang komprehensif.
Lembaga pemerintah, peneliti, masyarakat, dan organisasi lainnya juga mesti ikut berperan dalam upaya konservasi padang lamun demi keselamatan dan keberlangsungan hidup biota laut dan kita sendiri.
Kemudian, terkait dengan strategi konservasi padang lamun, dimana strategi ini bertujuan untuk melindungi, mengelola, dan memulihkan ekosistem lamun yang vital bagi kesehatan laut dan kesejahteraan manusia. Berikut adalah beberapa konsep dalam strategi konservasi padang lamun :
- Identifikasi dan Penilaian Habitat Langkah pertama dan penting adalah melakukan pemetaan dan penilaian kondisi padang lamun yang ada. Ini mencakup pengumpulan data tentang ukuran, distribusi, dan kesehatan padang lamun untuk menghasilkan informasi dasar yang dibutuhkan untuk tindakan konservasi.
- Restorasi Habitat: Mengembalikan padang lamun yang telah rusak atau hilang melalui teknik restorasi, seperti penanaman bibit lamun, dapat membantu memulihkan fungsi ekosistem. Ini juga melibatkan upaya untuk mengurangi faktor-faktor penyebab kerusakan.
- Pengelolaan Berkelanjutan: Menerapkan praktik pengelolaan yang berkelanjutan untuk kegiatan perikanan dan penggunaan sumber daya laut agar dampaknya tidak merusak padang lamun. Ini bisa mencakup pengaturan zona perlindungan dan regulasi penangkapan ikan.
- Penciptaan Kawasan Lindung: Memperluas atau membentuk kawasan perlindungan laut (marine protected areas) di sekitar padang lamun untuk mengurangi tekanan dari aktivitas manusia dan memberikan ruang bagi ekosistem untuk pulih.
- Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya padang lamun dan dampak dari aktivitas manusia terhadap mereka. Program pendidikan bisa melibatkan komunitas lokal, sekolah, dan lembaga lainnya.
- Kerja Sama Multi-Pihak: Melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, NGO, ilmuwan, dan masyarakat lokal, dalam proses pengambilan keputusan untuk memastikan semua pihak berkontribusi dan mendapatkan manfaat dari konservasi.
- Monitoring dan Penelitian : Melakukan pemantauan terkait kesehatan dan status padang lamun secara berkala untuk menilai efektivitas strategi konservasi yang diterapkan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dinamika ekosistem dan responsnya terhadap berbagai ancaman.
- Pengurangan Pencemaran: Mengimplementasikan kebijakan untuk mengurangi pencemaran laut, terutama dari limbah industri, pertanian, dan bahan plastik, guna melindungi padang lamun dan lingkungan sekitarnya.
- Adaptasi terhadap Perubahan Iklim: Mengembangkan strategi yang dapat membantu padang lamun beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, seperti peningkatan suhu dan asidifikasi laut.
Dengan mengintegrasikan strategi-strategi ini, upaya konservasi padang lamun dapat lebih efektif dan berkelanjutan, membantu menjaga peranannya dalam ekosistem laut dan mendukung kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.



